Kabupaten Yahukimo

Website Resmi Pemerintah Kabupaten Yahukimo

Home : Artikel » Lokakarya Lintas Sektoral Pemetaan Lembaga Keuangan Mikro dan Situasi Terkini Pengembangan UMKM di Kabupaten Yahukimo

Lokakarya Lintas Sektoral Pemetaan Lembaga Keuangan Mikro dan Situasi Terkini Pengembangan UMKM di Kabupaten Yahukimo

27th May 2013

Propinsi Papua adalah  propinsi yang kaya dan memiliki luas wilayah yang sangat besar di Indonesia. Kaya karena Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun ironis sekali, karena sumber daya alam yang melimpah tersebut hanya bagaikan raksasa yang sedang tidur. Kilauan kekayaan tersebut belum dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Papua. Terbukti dengan masih tingginya tingkat kemiskinan di Papua yang lebih tinggi dua kali lipat dari tingkat kemiskinan nasional dengan angka 36,80% (Data Sensus BPS, 2010)

Mengacu pada pernyataan diatas, semestinya masyarakat yang hidup di Tanah Papua yang kaya ini tidak berlama-lama hidup dalam kemiskinan.

            Salah satu strategi yang dipandang tepat dan cepat dalam menanggulangi kemiskinan di Tanah Papua adalah dengan memberdayakan usaha mikro. Alasannya adalah karena usaha mikro merupakan usaha rumah tangga yang dapat digeluti dan dijalankan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Dan karena jumlahnya yang sangat besar usaha mikro mempunyai kontribusi yang besar pula dalam meningkatkan pengembangan ekonomi lokal. Dikatakan demikian karena usaha mikro mempunyai kapasitas untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Dengan demikian lapangan kerja akan menjadi terbuka luas sehingga secara tidak langsung usaha mikro dapat menjawab persoalan pengangguran dan  kesenjangan pendapatan dalam masyarakat di bumi cenderawasih ini. Dan melalui pemberdayaan usaha mikro ini, terjadi peningkatan kualitas hidup masyarakat di tanah Papua secara umum. Strategi pemberdayaan usaha mikro ini, perlu dilakukan dan diterapkan juga pada masyarakat Kabupaten Yahukimo.

            Lokakarya Lintas Sektoral Pemetaan Lembaga Keuangan Mikro dan Situasi Terkini Pengembangan Usaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Yahukimo yang berlangsung 2 (dua) hari, 20-21 November 2012 di Hotel Dekai In dilaksanakan untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai Lembaga Keuangan Mikro dan Pengembangan Usaha Mikro di Kabupaten Yahukimo.

Melalui kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Bank Indonesia, ILO dan UNDP yang bekerjasama dengan Pusat Kajian Keuangan Daerah (KEUDA) Universitas Cenderawasih, menyelenggarakan kegiatan lokakarya ini.

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mengungkapkan kondisi riil (meliputi permasalahan, tantangan dan potensi) dari pengusaha mikro dan sejauhmana upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dan stakeholder lain dalam memberdayakan usaha mikro di Kabupaten Yahukimo, serta strategi apa yang harus dilakukan di masa yang akan datang agar kesejateraan masyarakat pengusaha mikro ini meningkat secara significant.

            Dalam Lokakarya yang berlangsung 2(dua) hari ini, terungkap persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pengusaha mikro di Kabupaten Yahukimo, yang merupakan masalah umum yang dihadapi oleh hampir sebagian besar pelaku usaha mikro di Indonesia. Persoalan besar yang dihadapi adalah terbatasnya modal dan akses pelaku usaha mikro untuk memperoleh kredit dari lembaga perbankan dalam hal ini Bank Papua yang merupakan satu-satunya lembaga perbankan yang ada di Dekai, dan belum tersedianya Lembaga Keuangan Mikro di  Kabupaten Yahukimo. Tidak tersedianya akses untuk memperoleh kredit dari Bank Papua, adalah karena Bank Papua sendiri sampai dengan saat ini belum menyediakan layanan kredit produktif (untuk usaha mikro)  kepada masyarakat Kabupaten Yahukimo.

Mama Mosina Pahabol berkomentar: Sekarang saya mau tanya, Bank Papua itu ada di mana? Ada di Jawa, di Merauke, Asmat, ada di Papua semuanya. Bank Papua ada di mana-mana, tapi kenapa kita di Yahukimo seperti itu? Begitu-begitu saja?

Pernyataan Mama Mosina mengungkapkan sebuah fenomena, bahwa kehadiran Bank Papua belum dapat menjawab persoalan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Yahukimo secara optimal. Padahal daya serap dana masyarakat telah dilakukan dengan maksimal oleh Bank Papua.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk segera menjawab persoalan ini. Mengapa sampai dengan saat ini Bank Papua belum menyediakan layanan ini. Sehingga pengembangan usaha mikro di Kabupaten Yahukimo masih terkesan tersendat-sendat dan lamban.

Selain permodalan dan akses ke keuangan mikro, kendala lain yang di hadapi adalah masalah pemasaran dan terbatasnya SDM dalam manajemen usaha.

            Pelaku usaha mikro di Kabupaten Yahukimo sangat merindukan hadirnya lembaga-lembaga keuangan mikro yang dapat menyalurkan kredit mikro. Karena pada dasarnya, kelompok usaha mikro di Kabupaten Yahukimo ini hanya membutuhkan dana yang tidak terlalu besar yaitu antara 5 juta sampai dengan 15 juta rupiah saja dan mereka mengharapkan prosedur yang tidak berbelit-belit. 

            Untuk membantu pelaku usaha mikro dalam mendapatkan akses ke keuangan mikro, Pemerintah Kabupaten Yahukimo perlu membuat kesepakatan bersama dengan Bank Indonesia untuk menghadirkan Lembaga Keuangan Mikro atau Bank lain lagi selain Bank Papua yang dapat menyalurkan kredit mikro kepada masyarakat pelaku usaha mikro di Kabupaten ini.

            Selain itu, upaya peningkatan SDM pelaku usaha mikro telah dilakukan oleh pemerintah melalui Instansi Terkait dalam hal ini Disperindagkop Kabupaten Yahukimo (yang diungkapkan dalam lokakarya) dengan cara mengikutsertakan beberapa pelaku usaha mikro pada pelatihan-pelatihan peningkatan skill. Namun ini tidak berjalan optimal oleh karena alasan internal pelaku usaha mikro sendiri  dan juga kurangnya pendampingan yang intensif kepada mereka.

Masalah lain yang dihadapi adalah masih kurangnya pemahaman manajemen usaha, merupakan tugas lain yang perlu dipikirkan bersama oleh semua stakeholder yang ada di daerah ini dalam rangka memajukan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha mikro di Kabupaten Yahukimo.

Upaya pemberdayaan usaha mikro melalui Lembaga Keuangan Mikro di Kabupaten Yahukimo ini, diharapkan tidak terbatas pada lokakarya saja. Tetapi bagaimana hasil dari lokakarya ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk komitmen Pemerintah terhadap masyarakat , dan bukan itu saja. Hal lain adalah bagaimana masing-masing stakeholder berperan dengan bekerja keras menjawab seluruh persoalan yang dihadapi oleh pengusaha mikro sehingga pembangunan ekonomi lokal membawa dampak positif dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Yahukimo tanpa terkecuali dan dari jauh semua orang dapat memandang kilauan kekayaan alam Papua pun telah terpancar di salah satu daerah Pegunungan Tengah, yaitu Kabupaten Yahukimo.

 

 

 

 

            Ditulis oleh : Christine Marina Wakarmamu,SE,M.Si

 

(Sumber: Bagian Humas/jm)