Kabupaten Yahukimo

Website Resmi Pemerintah Kabupaten Yahukimo

Home : Artikel » Asal-usul Manusia (menurut versi Anggruk) dan Pembagian Suku ke Daerah-daerah Suku Kabak dan Kenangalem

Asal-usul Manusia (menurut versi Anggruk) dan Pembagian Suku ke Daerah-daerah Suku Kabak dan Kenangalem

26th November 2011

Suku Kabak dan Kenangalem pergi dan menetap di daerah Pasikni serta Yahuli lalu mengatur segala sesuatu, termasuk daerah yang akan ditempati suku lain. Bagian lain dari kedua suku terbagi-bagi sehingga ada yang pergi ke Homboki, Yahuli Ahun ke Ninia, Soba, Holuwon, Wikpun, Pasema, Funo, Pileyam, Silmo, Ubahaik dan Sibi Ikma.

 

Sebagian suku Kenangalem ada yang pergi ke daerah Apahapsili, Panggema, Welarek, Tanggeam, Wikpun dan Ninia. Setelah mereka melakukan upacara inisiasi, maka terse­barlah mereka ke mana-mana.

 

Penciptaan manusia diawali dengan penciptaan Owongi oleh Lalabungi. Lalabungi keluar dari tanah lalu menciptakan Owongi dari tanah liat, bête, dan siri hutan. Owongi kemudian diminta untuk mencari dan membunuh seekor kusu pohon dan menjadikan­nya manusia ketika hari menjelang malam. Sementara itu, Lalabungi sendiri menjelma menjadi ular(kusu) pohon, dan tak disangka-sangka Owongi kemudia membunuh kusu jelmaan Lalabungi tadi. Kusu tadi kemudian dipotong-potong oleh Owongi.

 

Dagingnya di masak di Wisalek, sedang tali perutnya dibuang ke sungai Yahuli. Ketika merasa haus, Owongi kemudian kembali ke tempat potongan-potongan kusu, dan ternyata poton­gan-potongan kusu tadi sudah menjelma menjadi sekumpulan manusia. Dari sinilah kemudian suku-suku diturunkan. Awalnya yaitu ular(kusu) pohon (usa) menjelma men­jadi babi Loli.

 

Suku-suku yang diturunkan tercipta dari potongan daging dan ular yang jumlahnya sesuai dengan jumlah potongan-potongan tersebut.

- Suku Kabak terbentuk dari potongan bagian belakang, ular dan babi (Ilonggo),

- Suku Kenangalem terbentuk dari potongan daging bagian depan (Iliapma),

- Suku Mohi terbentuk dari potongan tangan (Inggik),

- Suku Kabak Yahuliahun dari potongan tangan (Inggik)

- Suku Aheyon dari potongan bagian ekor (Ahaye)

- Suku Siringon dari kepala (Unggul)

- Suku Lumahayon terbentuk dari kaki (Uyug)

- Suku Kabak Yahuliahun terbentuk juga dari Kaki (Uyug)

 

Suku Kabak dalam urutan kedelapan ini hingga kini berada di daerah Ninia, Holu­won, Soba, Pasema dan Sengikma. Dua suku Kabak yang lainnya, itulah yang hingga kini mendiami daerah di sekitar Anggruk.

 

·         Mite Tentang Yeli

 

Bagi orang-orang Yali, Yeli teidentifikasi sebagai sebuah pohon. Konon ada gem­pa bumi yang mengguncang diakibatkan karena robohnya pohon Yeli. Memang ada beberapa versi berkaitan dengan pohon Yeli ini.

 

Dari beberapa versi tersebut dapat dirangkum beberapa keterangan tentang pohon Yeli. Yeli adalah sebuah pohon yang oleh beberapa penduduk suku ingin ditebang. Yeli bukan seperti pohon biasa, tetapi ia diceritakan juga dapat berpindah tempat dan mengeluarkan darah. Dari daerah-daer­ah yang dilewatinya terciptalah beberapa tempat dan benda seperti gunung, lembah, batu, sungai, pohon-pohon, dan lain sebagainya.

 

Lagu-lagu tentang Yeli kemudian digunakan oleh para tabib sebagai lagu-lagu pe­nyembuhan. Didalamnya terdapat cerita tentang Yeli itu sendiri. Yeli dikaitkan dengan penyembuhan karena saat orang sakit digambarkan seperti Yeli yang bergoncang. Ada pula pandangan bahwa seseorang itu sakit karena di dalam tubuhnya ada unsur-unsur Yeli. Jadi supaya sembuh, unsur-unsur Yeli tersebut harus dikeluarkan. Untuk itulah lagu-lagu tentang Yeli dinyanyikan sebagai lagu-pagu penyembuhan. (Sumber : Buku ZÖllner, Siegfried. Pohon Yeli dan Mitos Wam)