Direktori Arsip
Yospan Tarian Pergaulan Yosim dan Pancar
Yospan adalah salah satu tarian pergaulan yang berasal
dari dua daerah, yakni Biak dan Yapen-Waropen. Awalnya, yospan terdiri dari
tarian pergaulan yosim dan pancar, dua tarian berbeda yang akhirnya dipadu
menjadi satu.
Dalam pementasan yosim, yang berasal dari Yapen-Waropen, para penari juga
mengajak serta warga lainnya untuk hanyut dalam lagu-lagu yang dibawakan
kelompok penyanyi berikut pemegang perangkat musiknya.
Perangkat musik yang digunakan sangat sederhana, terdiri dari cuku lele dan
gitar yang merupakan alat musik dari luar Papua. Juga ada alat yang berfungsi
sebagai bas dengan tiga tali. Talinya biasa dibuat dari lintingan serat sejenis
daun pandan yang banyak ditemui di hutan-hutan daerah pesisir Papua.
Selain itu, ada alat musik yang disebut kalabasa. Alat ini terbuat dari labu
yang dikeringkan kemudian diisi dengan manik atau batu kecil.
"Memainkannya cukup dengan menggoyang-goyangkan," tutur Mechu Imbiry,
anggota grup Rio Grime yang berasal dari Waropen.
Berbeda dengan yosim, tarian pancar yang berasal dari Biak hanya diiringi tifa,
yang merupakan alat musik tradisional semua suku bangsa pesisir di tanah Papua.
Gerakannya pun tidak lincah dan banyak gaya seperti pada yosim. Gerakan penari
pancar relatif lebih kaku karena mengikuti entakan pukulan tangan pemusik pada
kulit tifa yang biasa dibuat dari kulit soa-soa (biawak).
Tarian pergaulan anak muda itu diadopsi dari nama pesawat pancar gas yang
pernah melintas di angkasa Biak. Saking takjubnya masyarakat Biak dengan
pesawat yang meninggalkan awan tebal dan meninggalkan garis putih pada
lintasannya, maka tarian mereka pun kemudian diberi nama pancar.
Ketika kedua tarian pergaulan tersebut dipadukan menjadi yosim pancar atau
yospan, tarian terkesan energik. "Yospan kemudian terkenal hingga ke
tingkat nasional, terutama ketika Mayjen Wismoyo Arismunandar, sebagai Pangdam
XVII/Trikora (1987-1989), menyosialisasikannya. Saat itu hampir di setiap
kegiatan Kodam XVII/Trikora diisi dengan yospan. Hal tersebut kemudian menular
ke hampir semua instansi pusat yang ada di Jayapura (dulu kantor wilayah). Ini
juga ternyata membuat komunikasi masyarakat Papua dengan pendatang menjadi
positif," kata Nyong Suwages anak Bagai Serwar, Sarmi.
Di masa Wismoyo memegang komando itu, pihak TNI Angkatan Darat juga cukup
memengaruhi isi lagu-lagu pengiring yospan yang diciptakan para seniman Papua.
Karena itu, tak perlu heran jika syair-syair lagu-lagu yospan tidak sekadar
bercerita tentang kisah kasih dua anak manusia Papua, tetapi juga berisikan
pemujaan terhadap negara Indonesia . (Sumber : http://www.prakarsa-rakyat.org/)
Bahasa
Agenda
-
20th April 2012
-
29th November 2011
-
24th October 2011
-
28th July 2011
-
20th May 2011








